BERAU – Perusahaan Daerah (Perusda) Bhakti Praja terus memperkuat langkah bisnisnya di sektor riil untuk berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau. Meski baru berjalan dua tahun, perusahaan ini menargetkan bisa membukukan laba hingga Rp100 juta pada tahun ini.
Direktur Perusda Bhakti Praja, Sultan, mengatakan pihaknya berkomitmen mengembangkan unit usaha yang realistis dan sesuai dengan kapasitas modal yang ada. Saat ini, Bhakti Praja telah menggarap tiga bidang usaha, yakni jasa pengangkutan Crude Palm Oil (CPO), perdagangan karet, serta peternakan ayam petelur.
“Ketiga sektor ini kami pilih karena potensinya jelas dan dapat segera dijalankan tanpa menunggu modal besar. Kami berangkat dari nol, jadi langkah awal yang bisa kami ambil adalah bisnis pengangkutan CPO bekerja sama dengan pihak swasta,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bisnis jual beli karet juga menjadi tumpuan utama Bhakti Praja. Selain modal yang lebih ringan dibanding sektor sawit, ketersediaan bahan baku dari masyarakat cukup besar.
“Usaha karet relatif stabil dan tidak terlalu padat modal. Pasarnya juga sudah kami bangun dengan mitra di Samarinda,” katanya.
Di sisi lain, sektor peternakan ayam petelur dikembangkan sebagai bagian dari strategi agribisnis berkelanjutan. Menurutnya, kebutuhan telur di Berau masih tinggi, sehingga peluang pasarnya terbuka lebar.
“Bidang agribisnis akan jadi fokus kami ke depan. Potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan di Berau sangat besar, tinggal bagaimana dikelola dengan tepat,” jelasnya.
Walau kontribusi terhadap PAD masih kecil, Sultan menegaskan perusahaan daerah terus menunjukkan progres positif. Setelah mengalami kerugian di tahun pertama operasional, Bhakti Praja mulai mencatatkan laba di bawah Rp10 juta pada 2024.
“Perjalanan ini masih panjang. Tapi kami optimistis dengan kerja keras dan dukungan SDM yang kompeten, target laba dua digit pada 2025 bisa tercapai,” pungkasnya. (srn/dez)
Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

