Berau Optimistis Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Raih Status Nasional Tahun Ini, Bidik UNESCO Dua Tahun Mendatang

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menggenjot upaya menjadikan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai kawasan berstatus nasional sebelum melangkah menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

Optimisme tersebut disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, yang menyebut proses pengusulan geopark telah melalui perjalanan panjang selama sekitar satu setengah tahun.

Menurut Muhammad Said, pembentukan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat diawali melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur yang menugaskan Dinas Pariwisata sebagai pengelola.

Dalam pelaksanaannya, pengelolaan kawasan dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Berau, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

“Perjalanannya cukup panjang, sekitar satu setengah tahun. Awalnya geopark dibentuk melalui SK Gubernur dan pengelolaannya melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemkab Berau, serta Pemkab Kutai Timur, karena kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat berada di dua kabupaten,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat memiliki kekayaan warisan geologi yang sangat besar. Dari total geosite yang ada di kawasan tersebut, sebanyak 15 geosite berada di wilayah Kabupaten Berau, sementara sisanya berada di Kabupaten Kutai Timur.

Muhammad Said mengatakan, dokumen usulan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat telah diajukan pada tahun lalu dan pada tahun ini telah melalui tahapan verifikasi oleh tim penilai. Pemkab Berau optimistis hasil tersebut akan mengantarkan kawasan tersebut memperoleh status Geopark Nasional pada akhir tahun ini.

“Alhamdulillah, tahun lalu dokumennya sudah kami ajukan dan tahun ini sudah diverifikasi. Mudah-mudahan di akhir tahun ini Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat ditetapkan sebagai Geopark Nasional,” katanya.

Setelah memperoleh pengakuan nasional, pemerintah telah menyiapkan target yang lebih besar, yakni membawa Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks dalam dua tahun mendatang.

Menurutnya, pencapaian tersebut memerlukan kerja sama dan komitmen seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah provinsi, masyarakat, akademisi, maupun berbagai lembaga mitra yang selama ini memberikan dukungan.

Muhammad Said secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang dinilai berperan besar dalam mendampingi proses pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Ia mengakui keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah menjadi salah satu tantangan dalam proses pengembangan geopark. Karena itu, dukungan dari YKAN sangat membantu, baik dalam pendampingan teknis maupun fasilitasi berbagai kebutuhan selama proses pengusulan.

“Tentu kami mengucapkan terima kasih kepada YKAN yang selama ini membantu kami. Dari sisi pemerintah daerah memang ada keterbatasan anggaran, sehingga kehadiran YKAN sangat membantu dalam mendukung pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat,” ungkapnya.

Selain melengkapi berbagai persyaratan administratif dan teknis, Muhammad Said menegaskan bahwa keberhasilan geopark tidak hanya ditentukan oleh aspek geologi, tetapi juga sejauh mana masyarakat memahami dan terlibat dalam pengelolaan kawasan tersebut.

Karena itu, ia menilai sosialisasi mengenai konsep geopark harus terus diperkuat agar masyarakat memahami manfaat keberadaan geopark, baik dari sisi konservasi, pendidikan, maupun pengembangan ekonomi melalui sektor pariwisata berkelanjutan.

“Indikator keberhasilannya salah satunya adalah semakin banyak masyarakat yang memahami tentang geopark. Sosialisasi harus terus digalakkan dan pola pikir seluruh pihak terkait juga harus dibangun. Jangan sampai masyarakat tidak mengetahui apa itu geopark,” tegasnya.

Ia berharap meningkatnya pemahaman masyarakat akan mendorong lahirnya rasa memiliki terhadap kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, sehingga upaya pelestarian warisan alam, budaya, dan pengembangan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan menuju target pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

“Semoga tujuan tersebut dapat kita wujudkan demi kelestarian alam dan budaya serta ekonomi Kabupaten Berau segera terwujud,” pungkasnya. (*)

BERITA POPULER