Banjir Ganggu Rencana Investasi Pabrik Kakao di Berau, Disbun Fokus Pemulihan

BERAU – Rencana investasi pabrik kakao oleh investor asal Jepang di Kabupaten Berau belum menunjukkan perkembangan berarti. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada tindakan lebih lanjut terkait rencana tersebut.

Apalagi, kondisi di sejumlah wilayah Berau yang dilanda banjir beberapa waktu lalu, termasuk lahan-lahan yang berpotensi untuk pengembangan kakao. Sehingga pihaknya saat ini sedang fokus pada pemulihan lahan terdampak.

“Saat ini kami fokus menata para petani. Sekitar 50 persen lahan petani terkena banjir, menyebabkan gagal panen dan banyak tanaman mati. Kami sedang berkonsentrasi melakukan pemulihan,” ujarnya, Rabu (22/5/2025).

Ia menambahkan, pihaknya tengah berupaya menjaga semangat para petani agar tetap konsisten dalam budidaya, termasuk kakao.

“Kita jaga agar petani tidak kehilangan semangat. Kalau gagal panen berlarut-larut, kami khawatir mereka berpindah ke sektor lain,” jelasnya.

Langkah yang kini dilakukan Disbun antara lain pendataan ulang lahan terdampak, menggali kembali komitmen para petani, serta memberikan dukungan kepada yang masih berminat mengembangkan kakao. Salah satunya adalah dengan menyalurkan bantuan pupuk.

“Kita berikan bantuan pupuk karena tanaman ini mengalami stres akibat banjir. Mudah-mudahan tidak terjadi banjir susulan,” tuturnya.

Adapun daerah yang sudah didata sebagai wilayah terdampak meliputi Kelay, Merasa, Long Lanuk, Inaran, Bena Baru, Rantau Panjang, Tumbit Melayu, dan Tumbit Dayak.

Ia pun mengungkapkan bahwa kondisi bencana seperti ini bisa menjadi pertimbangan serius bagi investor.

“Jika mereka melihat sering terjadi bencana, pasti ada kekhawatiran terhadap investasinya. Karena itu, kami juga mencari solusi alternatif, seperti lahan yang lebih aman dari banjir, agar tetap bisa meyakinkan investor,” pungkasnya. (srn/dez)

Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

BERITA POPULER