BERAU – Persiapan pelaksanaan upacara pengibaran bendera dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini di Kabupaten Berau terus dimatangkan. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah kesiapan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Berau, Salim, mengungkapkan bahwa secara umum persiapan berjalan lancar, termasuk dari sisi pembiayaan.
Ia memastikan bahwa anggaran untuk proses pelatihan dan pembinaan anggota Paskibraka telah tersedia dan cukup, yakni sebesar Rp 1,2 miliar.
“Untuk kegiatan pembinaan, pelatihan, dan pengibaran bendera nanti pada 17 Agustus, anggarannya sudah aman. Saat ini tahapan seleksi juga sudah kita jalankan dengan baik,” ujar Salim.
Namun, Salim tak menampik masih ada satu persoalan penting yang belum terselesaikan, yaitu soal kegiatan studi pasca tugas para anggota Purna Paskibraka.
Tradisi studi atau kunjungan edukatif ini biasa dilakukan setelah upacara pengibaran selesai, sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengembangan wawasan kebangsaan bagi para anggota Paskibraka.
“Yang masih jadi pekerjaan rumah kita adalah anggaran untuk studi anak-anak setelah mereka selesai mengibarkan bendera. Biasanya ini dilakukan di akhir tahun, dan dananya masih sedang kita carikan solusinya,” jelasnya.
Tahun ini, sebanyak 39 siswa dan siswi terbaik dari berbagai SMA/SLTA sederajat di Kabupaten Berau telah berhasil melewati proses seleksi tingkat kabupaten.
Mereka dipilih berdasarkan sejumlah kriteria ketat, mulai dari tinggi badan, postur tubuh, kesehatan fisik, kemampuan baris-berbaris, hingga wawasan kebangsaan dan kepemimpinan.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 6 orang siswa/siswi yang dinilai memiliki kualitas unggulan telah dikirim ke tingkat Provinsi Kalimantan Timur untuk mengikuti seleksi lebih lanjut.
Mereka berpeluang besar menjadi wakil Kabupaten Berau di ajang pengibaran bendera tingkat provinsi atau bahkan nasional. “Kita kirim enam orang ke tingkat provinsi, mudah-mudahan mereka bisa lolos dan mengharumkan nama Berau di tingkat yang lebih tinggi,” harap Salim.
Ia pun mengabarkan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan hanya soal kemampuan fisik atau ketepatan baris-berbaris.
Di balik tugas mereka mengibarkan bendera pusaka, ada nilai-nilai luhur yang ditanamkan: patriotisme, disiplin tinggi, kerja sama tim, dan rasa cinta tanah air.
Karena itu, anggaran sebesar Rp 1,2 miliar yang digelontorkan oleh Pemkab Berau bukan hanya digunakan untuk pelatihan teknis.
Dana tersebut juga mencakup pembinaan karakter, pelatihan kepemimpinan, hingga edukasi tentang sejarah perjuangan bangsa.
Para siswa ini diasah agar menjadi generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai calon pemimpin masa depan. “Pembinaan Paskibraka ini bukan hanya untuk hari pengibaran semata. Kami ingin mencetak generasi muda yang siap tampil di tengah masyarakat dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat,” tegas Salim. (dez)

