BERAU – Selama bulan Ramadan, volume sampah di Kabupaten Berau mengalami peningkatan signifikan hingga 15 persen. Dari yang biasanya berkisar 7 ton per hari, kini bertambah menjadi lebih dari 8 ton.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim, menyebut kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya perilaku konsumtif masyarakat.
“Dengan jumlah peningkatan itu, sementara kami maksimalkan saja pengolahannya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada. Karena TPA baru di Pegat Bukur juga belum siap,” ujarnya.
Menurut Mustakim, sebagian besar peningkatan volume sampah selama Ramadan berasal dari sampah organik, terutama sisa makanan dan limbah rumah tangga.
“Kita tidak bisa membiarkan sampah itu menumpuk. Apalagi sampah organik termasuk sampah basah yang akan menimbulkan bau jika dibiarkan lebih dari tiga hari,” tambahnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, DLHK Berau masih mengandalkan sistem kontrol landfill, di mana sampah ditimbun setinggi 60 cm lalu dilapisi tanah setebal 20-25 cm. Dengan metode ini, proses penguraian sampah bisa berlangsung lebih cepat.
Namun, sistem ini hanya bersifat sementara karena keterbatasan lahan dan sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, DLHK berencana menggandeng pihak ketiga guna memastikan sistem ini dapat berjalan lebih optimal.
“Kami berupaya mencari mitra agar sistem ini tetap berlanjut, mengingat anggaran pengelolaan sampah yang tersedia hanya cukup hingga Agustus 2025. Kolaborasi menjadi solusi agar pengelolaan sampah bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (ril/dez)
Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan