spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wisata Mangrove Tanjung Batu Rusak Parah, Kadisbudpar Dorong Peran Pihak Ketiga

TANJUNG REDEB – Salah satu Destinasi unggulan Kecamatan Pulau Derawan yakni Wisata Mangrove Tanjung Batu saat ini ditutup sementara.

Camat Pulau Derawan, Samsudin Amba mengatakan Wisata Mangrove Tanjung Batu ditutup sementara disebabkan karena banyaknya sarana dan prasarana yang rusak. Bahkan, jembatan sebagai jalan utama wisata tersebut telah jabuk hingga roboh.

“Sangat disayangkan wisata tersebut tidak difungsikan,” ucapnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada OPD terkait untuk dapat menaruh perhatian terhadap Wisata Mangrove Tanjung Batu, mengingat Kecamatan Pulau Derawan masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Mengingat Kampung Tanjung Batu ini sebagai tempat persinggahan wisatawan sebelum pergi ke Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Dengan adanya Wisata ini para wisatawan dapat menikmati Wisata Mangrove Tanjung Batu sebelum berangkat ke dua Pulau tersebut,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir akan mengupayakan wisata mangrove di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan mendapatkan perbaikan.

Wisata Hutan Mangrove Kampung Tanjung Batu yang dibangun oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut, saat ini mengalami kerusakan parah dengan kondisi kayu yang sudah jabuk bahkan ada jembatan yang sudah ambruk.

“Kualitss kayu yang digunakan untuk membangun jembatan sudah tidak dapat bertahan dan cepat jabuk. Kami akan upayakan membangun kembali dengan kayu yang memiliki kualitas bagus dan bertahan lama,” tuturnya.

Kemudian, Ilyas berherap adanya peran aktif dari pihak ketiga untuk membantu dalam rehabilitasi kembali objek wisata mangrove agar dapat difungsikan kembali.

Sehingga ia mendorong kepada perusahaan-perusahaan yang ada, terutama yang beroperasi di seputar wilayah tersebut, untuk turut memberikan andil dalam perbaikan objek wisata mangrove Kampung Tanjung Batu.

“Kami mengharapkan peran dari pihak ketiga untuk membangun kembali objek wisata mangrove ini. Jangan hanya berharap dari pemerintah,” tegasnya.

Meski demikian, Disbudpar tidak akan berdiam diri. Jika anggaran telah memungkinkan, pihaknya pun akan turun tangan memperbaiki objek wisata tersebut.

“Kalau ada anggarannya, pasti akan segera kita perbaiki. Tapi untuk saat ini kami masih tetap mendorong peran pihak ketiga,” tandasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER