spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Belum Ada Pengajuan Tambahan Jam Terbang oleh Maskapai

TANJUNG REDEB – Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau tengah bersiap menyambut lonjakan penumpang pada arus mudik lebaran Idul fitri mendatang.

Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Ferdinan Nurdin mengungkapkan, pihaknya sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi untuk dilengkapi.

“Kelengkapan administrasi ini untuk mengoptimalkan layanan angkutan selama masa padat penerbangan nantinya,” ungkapnya, Jumat (15/3/2024).

Dikatakannya, manajemen bandara juga sudah mempersiapkan kebutuhan pelayanan, baik fasilitas hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk melayani penumpang yang hendak bepergian atau mudik menggunakan pesawat.

“Beberapa dokumen sudah terbit, beberapa lainnya juga masih diproses,” bebernya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengelola bandara selalu rutin melakukan internal checking untuk memastikan layanan baik pada hari normal ataupun menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik libur lebaran nantinya.

“Ini sudah biasa dilakukan, sehingga nanti selama pelayanan bisa lancar dan tertib bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Operasional Bandara Kalimarau, Budi Sarwoto menambahkan, sejauh ini belum ada permintaan tambahan jadwal penerbangan dari maskapai yang beroperasi di Bandara Kalimarau.

“Hal ini diduga lantaran telah masuknya Batik Air yang langsung melayani rute penerbangan Berau-Jakarta maupun Berau-Surabaya pulang pergi,” jelasnya.

Dirinya menilai, penerbangan di Bandara Kalimarau pada tahun ini lebih beragam, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Karena dimana layanan angkutan dari Batik Air melayani rute penerbangan Berau-Jakarta selama 4 kali sepekan serta Berau-Surabaya sebanyak 7 kali sepekan,” imbuhnya.

Dirinya menegaskan, persoalan tambahan rute ini bisa lebih menjadi pilihan baru masyarakat yang hendak bepergian.

“Kalau sebelumnya kan hanya pesawat jenis ATR-72, kapasitasnya tidak sebesar armada yang digunakan Batik Air ini,” sebutnya.

Kendati demikian, Budi menuturkan, tidak menutup kemungkinan mendekati masa libur lebaran permintaan penerbangan bisa meningkat, sehingga kemungkinan tambahan armada akan dilakukan oleh maskapai. Biasanya pekan padat penumpang terjadi pada H-7 hingga H+7 sebagai masa mudik dan arus balik.

“Tentu untuk pelayanan kita terus bersiap, kalau sekarang memang belum ada permintaan untuk itu (extra flight, red). Namun nanti setelah mendekati peak season mungkin ada,” pungkasnya. (set)

BERITA POPULER