spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berau Bisa Tiru Banyuwangi, Restorasi Terumbu Karang dan Potensi Pengelolaan Karang Hias

BANYUWANGI – Kabupaten Berau dianugerahi keindahan alam yang luar biasa, termasuk keindahan bawah laut dengan keanekaragaman sumberdaya hayatinya. Menjaga dengan melakukan restorasi terumbu karang, juga menjadi salah satu potensi dalam pengelolaan karang hias.

Pengelolaan ini telah dilakukan pengusaha dan masyarakat peduli lingkungan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Melakukan restorasi terumbu karang dan melakukan pembudidayaan karang hias, menjadi perpaduan program yang berjalan bersamaan dan menjadi sumber usaha masyarakat. Terlebih karang hias yang berhasil dibudidayakan bernilai ekspor.

Salah satunya dilakukan PT Sri Kandi Banyuwangi, yang melakukan restorasi karang, sekaligus pembudidayaan karang hias hingga ekspor ke beberapa negara. Program yang sama juga dilakukan Pokmaswas Pesona Bahari Grand Watudodol Banyuwangi. Kelompok masyarakat ini berhasil merestorasi karang buatan di kabupaten yang berada diujung timur Pulau Jawa ini.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Kepala Dinas Perikanan Berau, Dahnir Ratnawati dan OPD terkait, didampingi Kadis Perikanan Banyuwangi, Alief R Kartiono, dalam kunjungan studi tidur di Banyuwangi, menyambangi pusat restorasi dan pengelolaan karang. Berau memiliki potensi yang sama untuk terus melakukan pelestarian karang dan juga meningkatkan ekononi masyarakat melalui pembudidayaan dan pengelolaan karang hias. “Kami berkunjung untuk melihat secara langsung proses pengelolaan dan program pelestarian lingkungan yang dilakukan,” ungkapnya.

Melihat yang dilakukan pemerintah, pengusaha dan masyarakat Banyuwangi merestorasi dan mengelola karang, menurutnya, potensi ini  bisa dilakukan di Bumi Batiwakkal. Untuk itu, ia meminta OPD terkait untuk mencatat semua informasi yang diperoleh. Segera menindaklanjuti di daerah guna melakukan pengkajian dan kerjasama pihak terkait, termasuk Non Goverment Organization (NGO) dibidang lingkungan hidup. (hms/dez)

BERITA POPULER